02 Juni 2012

Coretan Kucing Hitam vs Coretan Setan

Pernah mendengar lagu Coretan Dinding yang dinyanyikan oleh Iwan Fals? Nah simak liriknya kalau lupa,

Coretan di dinding membuat resah
Resah hati pencoret mungkin ingin tampil
Tapi lebih resah pembaca coretannya
Sebab coretan  di dinding adalah pemberontakan
Kucing hitam yang terpojok di tiap tempat sampah
Ditiap kota . . . . . . . .
Cakarnya siap dengan kuku-kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota
Coretan dinding terpojok di tempat sampah
Kucing hitam dan penindas sama-sama resah

Nah berikutnya bandingkan dengan Tangan-tangan Setan-nya Nicky Astria,

Tangan-tangan setan telah mulai
menuliskan kata asal jadi
di setiap dinding dan di jalanan
menghilangkan keindahan
wajah kota jadi ternoda
penuh coret-coretan tangan setan    
nama-nama liar kan kau baca
di pagar atau di jalan raya
dimana-mana akan ku temui
kata-kata tanpa arti
ayo pelihara kotamu
hentikanlah tangan setanmu
sadarlah hey-hey
semua milik kita sendiri
janganlah coba engkau nodai

Beda sekali bukan??

Bang Iwan sedikit memihak si pencoret dinding, sedangkan mbak Nicky Astria (dan tentu saja pengarang lagunya) langsung men-judge, dengan pemilihan judul kalau pencoret-coret dinding adalah penjelmaan tangan-tangan setan.

Nah itu saja, saya tidak pandai menggambarkan ide-ide yang terkandung dalam syair lagu, silahkan diterjemahkan sendiri.


01 Juni 2012

Peta Pulau Bangka (4)

Setelah riding malam Ahad kemarin, Hari Ahadnya saya diajak ke Muntok untuk menghadiri suatu acara. Wah kesempatan nih, bisa nambah Peta Pulau Bangka yang sedang saya buat.

Akhirnya saya pun ikut dan mulai mengaktifkan GPS Tracking di Desa Kelapa, titik terakhir yang malam sebelumnya saya lewati.

Entah kenapa di suatu tempat sebelum Muntok, GPS tidak dapat membaca, saya mencobanya dua kali, berangkat dan pulangnya. Kedua tracking tersebut blank di suatu tempat menjelang Kota Muntok.

Pulangnya saya diajak mampir ke Desa Pusuk, jadi Tahu saya letak desa tersebut. Lumayan jauh dari Desa Kelapa ke arah Utara.

Berikut petanya, peta terbaru berwarna Biru muda.


Jika ingin menjelajah lebih jauh, lebih enak mendownload dan melihatnya di aplikasi Google Earth di link berikut.

28 Mei 2012

Peta Pulau Bangka (3)


Malam Ahad lalu 26 Mei 2012, saya riding tandem dengan teman saya Hakim. Riding malam saya sekian kalinya. Mengenai impresinya, saya kira sama dengan riding malam saya sebelumnya, jalanan sepi, hanya lampu motor yang menerangi. Berangkat setelah Maghrib dan pulang jam 10.45 malam.

Beberapa posting juga menggambarkan keadaan jalan di rute yang saya lalu malam itu diantaranya Tour de Bangka, Maras Night Touring, dan Short Way Up.

Mengambil rute utara Pulau Bangka, saya menambah Peta Pulau Bangka yang sedang saya susun,
tanpa banyak berkata, berikut petanya.


Rute yang baru ditempuh/ditambahkan adalah yang berwarna hijau, ini link lengkapnya nya http://goo.gl/maps/CLEM

Lebih enak dibuka dengan Aplikasi Google Earth, anda bisa mendownload-nya pada link di atas.

26 Mei 2012

Rute Tegal - Owabong

Libur panjang kemarin (17-20 Mei 2012) tidak kami sekeluarga sia-siakan. Dari dulu saya memang ingin ke Owabong, sebuah lokasi objek wisata air yang berada di pegunungan. Dengan air yang diambil langsung dari mata airnya, Owabong menjanjikan sensasi kesegaran yang lain dibanding kolam renang biasa.

Berangkat melalui Pemalang, pulang lewat Jatinegara. Perjalanan melewati Jatinegara sudah sedikit saya ulas di postingan sebelumnya. Lewat Pemalang, jalanan relatif sempit hanya cukup untuk dua mobil berpapasan. jalan cukup halus, dengan gelombang di sana-sini, tipikal jalanan di pegunungan, yang jarang ada perbaikan menyeluruh kecuali hanya tambal sana-sini saja.

Tanpa banyak bicara lagi berikut petanya, siapa tahu berguna bagi anda yang berangkat dari Tegal


Link petanya bisa di klik di sini.

Saya akui, saya melakukan kesalahan saat mengambil jalur. Ini disebabkan dalam benak saya kalau ke Owabong pasti ke Moga dulu, rupanya tanpa perlu ke Moga bisa langsung ke Belik. Dan jika di suruh mengulangi rute Randudongkal-Moga-Belik lagi, saya angkat tangan, nyerah, jalannya bener2 rusak parah. Walau tak separah Slawi Jatinegara, tapi karena jauhnya jalan, perjalanan menjadi sangat membosankan dan memabukkan dengan goncangan tanpa henti dalam kabin mobil saya.

Kenapa saya ke Moga dulu, dan kenapa titik awal di Randudongkal tidak menyambung dengan perjalanan saya dari Tegal, ini karena saya ke Jatinegara dulu menjemput anak pengasuh kami yang rencananya juga diajak ke Owabong. Seharusnya, dari Jatinegara sampai ke Randudongkal, belok ke kiri (ada petunjuk jalan ke arah Purwokerto), tapi saya belok ke kanan ke arah Moga, di sini kesalahan saya yang ditebus dengan perjalanan panjang yang melelahkan.

Rute Belik Bojongsari didominasi jalan yang sempit yang cukup untuk dua mobil berpapasan saja, dan melebar setelah memasuki Kota Bobotsari. Kondisi dari Kota Bobotsari menuju objek wisata Owabong juga lebih baik, lebih lebar dan ramai.

Akhirnya perjalanan berangkat yang melelahkan, membosankan dan memabukkan tadi tertebus karena janji Owabong menghadirkan kesegaran benar adanya.Kami sekeluarga benar-benar puas bermain air di sana. Termasuk si kecil Ayesha yang ikutan menceburkan diri walau sebentar.

Pulangnya, sekitar jam setengah empat sore, dengan kesegaran dan keceriaan kami pun pulang, seraya bertekad mengulanginya kembali lain waktu.



Link peta pulangnya bisa di klik di sini

Kali ini perjalanan melewati Belik-Randudongkal, tidak lagi lewat Moga.

Jiak anda mencari rute lewat Petunjuk Arah dari Google Maps, anda akan disuguhi rute melalui Jatinegara, mungkin ini lah jarak terdekat menurut Google yang dapat ditempuh. tapi ingat jalan Slawi - Jatinegara benar-benar tidak bersahabat bagi kendaraan anda.

Sedangkan jika melalui Pemalang, rutenya lebih jauh. menurut Google via Pemalang adalah 95 kilometer, sedangkan lewat Jatinegara 79 kilometer.

Demikian Rute Tegal ke Owabong. Selamat berlibur ke Owabong bagi anda yang berniat ke sana.


25 Mei 2012

Bagai Samurai tanpa Pedang

Itulah ibarat seorang rider/biker tanpa sepeda motor.

Saat membaca berita Kang JJ kehilangan motornya, BMW R1150GS Adventure, di Belanda, saya teringat duo rider pasangan suami istri dari Singapura yang juga kehilangan sepeda motornya, sebuah Honda Africa Twin, di Malaysia.

Kang JJ dan motornya


Keduanya hampir sama kejadiannya, kehilangan motor di detik-detik terakhir sebelum keberangkatannya berkeliling dunia.

Pasangan suami istri Singapura ini akhirnya nekat menyiapkan motor lainnya dengan varian yang sama.

it's just like u are training for a sword fight for two years. just 2 months before the fight u lost the sword, how would u feel?!?!?!
Padahal dia sudah menyiapkannya selama dua tahun untuk perjalanan keliling dunia-nya. Memodifikasi, mengetes dan berbagai perbaikan telah dilakukannya.



Sedangkan kang JJ, juga kehilangan motornya saat mengetes motornya kembali setelah menyelesaikan solo ridingnya di tahun 2006-2008. Motor tersebut dititipkan pada temannya di Belgia. Pengetesan ini dilakukan kang JJ yang punya nama asli Jeffrey Polnaja, untuk memastikan bahwa motor ini secara teknis siap menemani penjelajahan keliling kedua yang tak kalah menantang dari misi pertama Ride for Peace. 

Setiap kehilangan pasti akan sangat membekas dalam diri seseorang, apalagi kehilangan barang-barang yang sangat berkesan, mempunyai kilasan pengalaman bersama yang tak mungkin diulang, serta punya sejarah yang nilainya melampaui harga barang tersebut.


Tapi yang dapat kita ambil hikmah dari kedua peristiwa tersebut, keduanya tetap bertekad melanjutkan perjalanannya. Pasangan Singapura ini sudah menyelesaikan perjalanan keliling dunianya, dengan motor yang sama yang mereka namai Hope Two. Dimulai dari Singapura, Timur Tengah, Eropa, Lanjut ke Amerika Selatan, Amerika Utara, kemudian Australia, menyusuri Jawa dan Sumatera dan kembali ke Singapura.


Dan Kang Jeffrey tetap bakal melanjutkan perjalanannya dari Eropa ke membelah Rusia lanjut ke Amerika dengan jenis motor yang sama, dan berharap diperbolehkan menggunakan nomor polisi yang sama D 5010 JJ, yang artina dari Bandung mengadakan perjalanan solo (5010) dan JJ inisial namanya.


Selamat berjuang Kang JJ.